Prosesi Pengambilan Tirto Wening di Desa Bancak Menyambut Merti Bumi Serasi ke-503

04 Maret 2024
Admin Desa
Dibaca 1.331 Kali
Prosesi Pengambilan Tirto Wening di Desa Bancak Menyambut Merti Bumi Serasi ke-503

InfoBancak - Minggu, 3 Maret 2024 - Prosesi pengambilan Tirto Wening, sebuah peristiwa yang penuh makna dalam tradisi budaya Jawa, kembali dilaksankan di Desa Bancak, Kecamatan Bancak. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Merti Bumi Serasi yang memperingati tahun ke-499 Kabupaten Semarang. Hadir dalam prosesi tersebut adalah Camat Bancak, Forkompincam, Kepala Desa se-Kecamatan Bancak, Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK), dan perangkat desa.

Tahun ini, pengambilan Tirto Wening dilaksanakan di sumber pongangan Dusun Krajan Bancak, yang dikenal memiliki air yang jernih dan berlimpah. Ritual ini tetap mempertahankan kesakralan upacara, meskipun diselenggarakan dengan sederhana, berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.

"Acara pada tahun ini kami laksanakan secara sederhana, tanpa mengurangi makna kegiatan ini," ungkap Amin Sunaryo, Kepala Desa Bancak yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Merti Bumi di Kecamatan Bancak. Kepala Desa Bancak berharap agar prosesi pengambilan Tirto Wening berjalan lancar, aman, memelihara tradisi dan kearifan lokal, membawa berkah bagi desa dan kabupaten semarang, diakui dan dihargai, serta meningkatkan keharmonisan masyarakat.

Air yang diambil dari sumber yang suci tersebut kemudian diarak dengan khidmat dan disimpan di kantor Kecamatan Bancak. Pada puncak Merti Bumi Kabupaten Semarang, Tirto Wening dari Desa Bancak akan diarak ke Pendopo Kabupaten Semarang dalam prosesi Wilujengan, bersama dengan Tirto Wening dari kecamatan lain di Kabupaten Semarang.

Ritual pengambilan Tirto Wening adalah simbol dari kebersamaan dan kearifan lokal yang terus dijunjung tinggi oleh masyarakat Kabupaten Semarang. Dengan menjaga kesederhanaan dan kesakralan, tradisi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas budaya yang kaya di daerah ini.

Perayaan Merti Bumi Serasi yang menghadirkan pengambilan Tirto Wening menjadi bukti kekayaan budaya yang masih lestari dan dijunjung tinggi oleh masyarakat. Melalui upacara ini, semangat persaudaraan dan kebanggaan atas warisan nenek moyang terus hidup dan terjaga.